Dualisme kompetisi yang pernah terjadi musim lalu kini terjadi lagi musim ini. Dampaknya, pemain dan pelatih yang ikut dalam kompetisi tidak sah akan terkena sanksi oleh PSSI.
Ancaman sanksi itu langsung diutarakan oleh Ketua PSSI, Djohar Arifin. Salah satu sanksi bagi pemain adalah tidak bisa memperkuat timnas Indonesia.
"Dengan adanya dua kompetisi berbeda tentu yang akan menjadi korban adalah para pelatih dan pemain. Karena jika mereka ikut kompetisi yang tidak sah, maka peluang masuk timnas jadi pertimbangan besar. Jadi yang rugi adalah pemain dan pelatih," kata Djohar.
Menurut dia, PSSI hanya mengakui Indonesian Premier League (IPL) sebagai kompetisi resmi Indonesia. Sedangkan kompetisi selain IPL, tambah dia, adalah liar dan tidak sah.
"Kompetisi yang sah adalah kompetisi yang di pimpin oleh Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin). Di luar itu, tidak sah dan liar. Dan akan kami laporkan kepada AFC," tegas Djohar.
Munculnya dualisme kompetisi di Indonesia berasal dari ketidakpuasan beberapa klub atas keputusan PSSI di bawah kepengurusan Djohar Arifin. Perpecahan ini disebabkan kebijakan PSSI yang tetap memaksakan kompetisi kasta tertinggi ini diikuti 24 klub.
Akhirnya, banyak klub yang membangkang keputusan PSSI itu. Sebagian dari 24 klub itu, langsung memilih bergabung dengan Indonesia Super League (ISL) di bawah PT Liga Indonesia, PT yang selama ini mengelola kompetisi di Indonesia.
Selain itu, ada juga yang protes tentang pembagian saham. Awalnya, PSSI di bawah Djohar memutuskan menguasai saham mayoritas penyelenggaran kompetisi. Porsinya, PSSI mendapat jatah sebesar 70 persen sedangkan klub hanya kebagian 30 persen.
Keputusan ini langsung mendapat protes dari beberapa klub. Klub-klub tersebut menilai PSSI telah menyalahi hasil Kongres PSSI di Bali Januari lalu di mana klub dinyatakan memiliki 99 persen saham dan PSSI hanya kebagian 1 persen.
Namun seiring bergulirnya waktu, Djohar mulai melunak. Djohar menegaskan, kebijakan kepemilikan saham akan lebih memprioritaskan posisi klub peserta sebagai pemiliknya. Pihaknya pun akan meniru dan menerapkan konsep penyelenggaraan kompetisi berupa revenue sharing atau pembagian keuntungan profit berdasarkan prestasi klub.
Sistem revenue sharing ini diharapkan lebih mendongkrak motivasi klub untuk mencapai prestasi terbaik. Sebab pembagian keuntungan akan dilakukan berdasarkan peringkat akhir klub di klasemen akhir IPL.
Meski sudah mulai melunak, namun masih banyak klub yang ngotot tetap ikut kompetisi ISL. Sejauh ini ada 18 klub yang ikut kompetisi ISL musim 2011/2012. Sedangkan klub yang ikut kompetisi IPL di bawah PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) berjumlah 11 klub.
Secrets in The Secret
Rabu, 23 November 2011
Timnas U-23 Dapat Bonus Rp2 Miliar
PSSI menepati memberikan bonus kepada skuad Timnas U-23 Indonesia yang meraih medali perak dalam SEA Games 2011. Total bonus yang digelontorkan PSSI sebesar Rp2 miliar.
"Jadi pelatih, ofisial dan pemain yang berjumlah total 41 personel, mendapat bonus masing-masing 50 juta rupiah," ujar Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, dalam syukuran Timnas U-23 di kediaman Arifin Panigoro.
Dalam kesempatan yang sama, PSSI juga menggelontorkan bonus bagi timnas Futsal Indonesia dengan nilai 20 juta perpemain. Bernhard menuturkan, pemberian bonus ini untuk mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan kedua timnas dalam ajang bergengsi se-Asia Tenggara ini.
Bernhard pun menegaskan, bonus yang diberikan PSSI berbeda dengan yang dijanjikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Jadi bonus ini berbeda. Untuk bonus dari Kemenpora, nanti dari mereka yang akan memberikan," tambahnya.
PSSI, kata dia, berterima kasih kepada para pemain yang telah berniat menyisihkan uang sakunya kepada korban jiwa dari suporter yang tewas saat hendak menyaksikan Final SEA Games. "Terima kasih atas inisiatif pemain sepakbola yang akan membagi uang sakunya kepada korban yang meninggal," tandasnya.
"Jadi pelatih, ofisial dan pemain yang berjumlah total 41 personel, mendapat bonus masing-masing 50 juta rupiah," ujar Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, dalam syukuran Timnas U-23 di kediaman Arifin Panigoro.
Dalam kesempatan yang sama, PSSI juga menggelontorkan bonus bagi timnas Futsal Indonesia dengan nilai 20 juta perpemain. Bernhard menuturkan, pemberian bonus ini untuk mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan kedua timnas dalam ajang bergengsi se-Asia Tenggara ini.
Bernhard pun menegaskan, bonus yang diberikan PSSI berbeda dengan yang dijanjikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Jadi bonus ini berbeda. Untuk bonus dari Kemenpora, nanti dari mereka yang akan memberikan," tambahnya.
PSSI, kata dia, berterima kasih kepada para pemain yang telah berniat menyisihkan uang sakunya kepada korban jiwa dari suporter yang tewas saat hendak menyaksikan Final SEA Games. "Terima kasih atas inisiatif pemain sepakbola yang akan membagi uang sakunya kepada korban yang meninggal," tandasnya.
Dino Jamin LA Galaxy Bakal Boyong Beckham
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal menjamin bintang sepakbola dunia, David Beckham datang ke Jakarta, bersama skuad LA Galaxy, 28 November 2011. Mantan pemain Manchester United itu juga akan tampil selama 45 menit dalam laga yang digelar, 30 November 2011.
"Dia pasti datang. Memang dia tidak main penuh dalam pertandingan nanti. Mungkin sekitar 45 menit awal di babak pertama," kata Dino dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 23 November 2011.
"Yang menarik, bagi Beckham, laga melawan timnas nanti kemungkinan merupakan laga terakhirnya bersama LA Galaxy karena kontraknya akan habis awal bulan Desember," lanjutnya.
Dino mengatakan kalau kedatangan Beckham dan LA Galaxy ke Jakarta berasal dari ide spontannya enam bulan lalu. Dino mengaku kebetulan mengenal salah seorang petinggi LA Galaxy bernama Thomas Payen. Dia lalu mengusulkan agar LA Galaxy bertandang ke Indonesia untuk laga persahabatan dengan timnas.
Ide ini lalu disambut baik manajemen LA Galaxy. Dino sebagai inisiator kemudian menyerahkan teknis pelaksanaan kunjungan tersebut pada pihak promotor. Menurutnya, Kepastian datangnya David Beckham sendiri tak lepas dari bagian kontrak LA Galaxy dengan pihak promotor.
"Sejujurnya ini berawal dari ide spontan saya sewaktu di Los Angeles, enam bulan lalu. Saya bicara dengan salah seorang petinggi klub, dan menawarkan untuk bisa berkunjung ke Indonesia. Saya katakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Dengan populasi 240 juta jiwa, dan semua gila sepakbola, Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk mereka kunjungi," jelas Dino.
Tidak hanya melakoni pertandingan persahabatan yang akan digelar 30 November mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, skuad LA Galaxy akan mengikuti sederet acara selama di Jakarta. Salah satunya, menurut Dino adalah menggelar coaching clinic bersama anak-anak kecil di Jakarta.
"Ada beberapa kegiatan selama di Jakarta. Selain menggelar pertandingan, mereka juga akan ada beberapa kegiatan di Jakarta, termasuk coaching clinic dengan anak-anak kecil," ujar Dino.
"Dia pasti datang. Memang dia tidak main penuh dalam pertandingan nanti. Mungkin sekitar 45 menit awal di babak pertama," kata Dino dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 23 November 2011.
"Yang menarik, bagi Beckham, laga melawan timnas nanti kemungkinan merupakan laga terakhirnya bersama LA Galaxy karena kontraknya akan habis awal bulan Desember," lanjutnya.
Dino mengatakan kalau kedatangan Beckham dan LA Galaxy ke Jakarta berasal dari ide spontannya enam bulan lalu. Dino mengaku kebetulan mengenal salah seorang petinggi LA Galaxy bernama Thomas Payen. Dia lalu mengusulkan agar LA Galaxy bertandang ke Indonesia untuk laga persahabatan dengan timnas.
Ide ini lalu disambut baik manajemen LA Galaxy. Dino sebagai inisiator kemudian menyerahkan teknis pelaksanaan kunjungan tersebut pada pihak promotor. Menurutnya, Kepastian datangnya David Beckham sendiri tak lepas dari bagian kontrak LA Galaxy dengan pihak promotor.
"Sejujurnya ini berawal dari ide spontan saya sewaktu di Los Angeles, enam bulan lalu. Saya bicara dengan salah seorang petinggi klub, dan menawarkan untuk bisa berkunjung ke Indonesia. Saya katakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Dengan populasi 240 juta jiwa, dan semua gila sepakbola, Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk mereka kunjungi," jelas Dino.
Tidak hanya melakoni pertandingan persahabatan yang akan digelar 30 November mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, skuad LA Galaxy akan mengikuti sederet acara selama di Jakarta. Salah satunya, menurut Dino adalah menggelar coaching clinic bersama anak-anak kecil di Jakarta.
"Ada beberapa kegiatan selama di Jakarta. Selain menggelar pertandingan, mereka juga akan ada beberapa kegiatan di Jakarta, termasuk coaching clinic dengan anak-anak kecil," ujar Dino.
Ini Dua Tuntutan Pengprov Kepada PSSI
Perwakilan dari 24 Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI mendatangi kantor PSSI di Senayan, Rabu, 23 November 2011. Kedatangan mereka bertujuan untuk mendesak PSSI menyelesaikan kisruh yang melanda kompetisi nasional.
Ada dua tuntutan utama perwakilan Pengprov PSSI itu. Pertama, meminta PSSI menjalankan keputusan kongres tahunan Bali 2011. Sedangkan kedua adalah mendesak PSSI menggelar kongres tahunan paling lambat 20 Januari 2012.
"Kongres tahunan untuk mengevaluasi dan menyusun program kerja. Kami memberikan batas paling lambat 20 Januari 2012 agar PSSI punya waktu untuk menyiapkan pelaksanaan kongres seoptimal mungkin," kata Sekretaris Pengprov Sulawesi Utara, Hun Mokoagouw di kantor PSSI, Rabu, 23 November 2011.
Hun menambahkan, selama mempersiapkan kongres tahunan ini, PSSI sebaiknya menunda perhelatan IPL dan ISL. "Pertimbangannya, ada hal lain yang menyangkut prinsip yang harus diputuskan di lembaga tertinggi, yaitu di kongres tahunan," paparnya."Namun, jika kongres tahunan belum terlaksana. Maka semua legalitas menyangkut aturan, acuannya adalah hasil Kongres Bali 2010."
Ada dua tuntutan utama perwakilan Pengprov PSSI itu. Pertama, meminta PSSI menjalankan keputusan kongres tahunan Bali 2011. Sedangkan kedua adalah mendesak PSSI menggelar kongres tahunan paling lambat 20 Januari 2012.
"Kongres tahunan untuk mengevaluasi dan menyusun program kerja. Kami memberikan batas paling lambat 20 Januari 2012 agar PSSI punya waktu untuk menyiapkan pelaksanaan kongres seoptimal mungkin," kata Sekretaris Pengprov Sulawesi Utara, Hun Mokoagouw di kantor PSSI, Rabu, 23 November 2011.
Hun menambahkan, selama mempersiapkan kongres tahunan ini, PSSI sebaiknya menunda perhelatan IPL dan ISL. "Pertimbangannya, ada hal lain yang menyangkut prinsip yang harus diputuskan di lembaga tertinggi, yaitu di kongres tahunan," paparnya."Namun, jika kongres tahunan belum terlaksana. Maka semua legalitas menyangkut aturan, acuannya adalah hasil Kongres Bali 2010."
Suporter Malaysia hilang usai Final Sea Games
Final cabang sepak bola SEA Games 2011 yang mempertemukan Indonesia vs Malaysia kembali menyisakan cerita mengenai suporternya. Setelah dua pendukung Indonesia tewas berdesakan, kini muncul kabar yang menyebutkan bahwa salah seorang suporter Malaysia hilang usai menyaksikan laga tersebut.
Pengurus Majelis Sukan Negara Malaysia (MSN), Shukri Harun mengatakan, salah seorang pendukung Malaysia hilang usai menyaksikan final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin, 21 November 2011.
Shukri mengaku telah meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk mencari keberadaan suporter tersebut. "Satu warga kami, Ahmad Firdaus bin Arham, 26 tahun yang menonton pertandingan final kemarin belum ditemukan," kata Shukri.
"Kami saat ini masih menunggu informasi terbaru. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwenang di Indonesia, juga keluarganya di Malaysia," sambungnya.
Firdaus dicurigai hilang setelah seorang warga mengembalikan dompet ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Dalam dompet itu ditemukan Identitas Card milik Firdaus, Kartu Kredit CIMB, Maybank, SIM dan uang tunai 6 ringgit Malaysia.
Pihak kedutaan Malaysia yang ada di Jakarta lalu menghubungi kantornya yang ada di Malaysia. "Ternyata disana dia juga tengah dicari keluarganya," ujar Pegawai Konselor Dan Imigrasi Kedutaan Malaysia, Zuraya Yusuf.
Firdaus diduga datang sendiri ke Jakarta untuk menyaksikan final Indonesia vs Malaysia. Namun hingga dua hari usai laga, Firdaus tak kunjung kembali. Sayang, pihak kedutaan belum bisa menggambarkan ciri-ciri suporter malang itu.
Pihak Kedutaan Besar Malaysia berharap Firdaus dapat segera ditemukan. Zuraya juga mengharapkan bantuan warga Jakarta yang mungkin menemukan Firdaus.
Pengurus Majelis Sukan Negara Malaysia (MSN), Shukri Harun mengatakan, salah seorang pendukung Malaysia hilang usai menyaksikan final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin, 21 November 2011.
Shukri mengaku telah meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk mencari keberadaan suporter tersebut. "Satu warga kami, Ahmad Firdaus bin Arham, 26 tahun yang menonton pertandingan final kemarin belum ditemukan," kata Shukri.
"Kami saat ini masih menunggu informasi terbaru. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwenang di Indonesia, juga keluarganya di Malaysia," sambungnya.
Firdaus dicurigai hilang setelah seorang warga mengembalikan dompet ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Dalam dompet itu ditemukan Identitas Card milik Firdaus, Kartu Kredit CIMB, Maybank, SIM dan uang tunai 6 ringgit Malaysia.
Pihak kedutaan Malaysia yang ada di Jakarta lalu menghubungi kantornya yang ada di Malaysia. "Ternyata disana dia juga tengah dicari keluarganya," ujar Pegawai Konselor Dan Imigrasi Kedutaan Malaysia, Zuraya Yusuf.
Firdaus diduga datang sendiri ke Jakarta untuk menyaksikan final Indonesia vs Malaysia. Namun hingga dua hari usai laga, Firdaus tak kunjung kembali. Sayang, pihak kedutaan belum bisa menggambarkan ciri-ciri suporter malang itu.
Pihak Kedutaan Besar Malaysia berharap Firdaus dapat segera ditemukan. Zuraya juga mengharapkan bantuan warga Jakarta yang mungkin menemukan Firdaus.
Langganan:
Komentar (Atom)
